Tim Perpustakaan Balitbang Diklat Kemenag Berkunjung ke Perpustakaan MUI Pusat

HomeAgenda dan Berita

Tim Perpustakaan Balitbang Diklat Kemenag Berkunjung ke Perpustakaan MUI Pusat

JAKARTA (TASHIH MUI)- Pengelola Perpustakaan Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) mengunjungi perpustakaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat

Khutbah Jumat: Keistimewaan Muharram dan Hikmah Hijrah
Hikmah Isra’ Mi’raj
Menapaki Jalan yang Benar Menuju Surga

JAKARTA (TASHIH MUI)- Pengelola Perpustakaan Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) mengunjungi perpustakaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta pada Selasa, 15 Juni 2021. Kunjungan membawa misi untuk kemajuan institusi.

“Misi kami berkunjung ke perpustakaan MUI untuk studi banding yakni melihat tata kelola perpustakaan lainnya. Harapannya dapat kami terapkan untuk kemajuan institusi,” kata Sub koordinator Rois Mustofa sebagai pimpinan tim, Selasa (15/6/2021).

Setelah berbincang untuk perkenalan dan menyampaikan maksud kedatangan, tim menelusur lebih lanjut apa dan seperti apa perpustakaan MUI.

Pengelolaan MUI berada di bawah Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI MUI). Hal ini merupakan hasil Munas MUI untuk kepengurusan 2020-2025.

Menempati ruangan kecil di lantai dasar belakang kantor pusat MUI Jl. Proklamasi No. 51 Menteng, Jakarta Pusat, tidak menyurutkan langkah para pengelola untuk terus menghidupkan perpustakaan. Di balik sederhananya bangunan terungkap sejarah yang cukup panjang dan bernilai bagi perkembangan organisasi MUI itu sendiri.

Wakil Ketua LPBKI KH. Musthafa Helmy, yang membidangi perpustakaan, bertutur bahwa kantor MUI sudah empat kali berpindah. Mulai dari lokasi di Masjid Al-Azhar, Masjid Istiqlal, dan terakhir di kantor yang sekarang.

Sempat disinggung pula bagaimana perpustakaan MUI melestarikan produk-produk MUI seperti berkas fatwa MUI dan hal-hal lain terkait. “Dulu pernah dibuat buku kumpulan fatma MUI dari awal fatwa tahun 1975. Selain itu, pernah disusun pula perjalanan sejarah perhajian di Indonesia,” ujar Kiai Helmy.

Menurut Kiai Helmy, pengelolaan perpustakaan yang baik akan memberikan oleh-oleh sejarah bagi generasi mendatang. “Kedepannya akan diusahakan pengelolaan yang lebih baik untuk produk dan koleksi buku/naskah MUI dan naskah Keislaman,” ungkapnya.

Selain itu, sempat terlontar pula dari kedua pihak mengenai peluang kerjasama kelembagaan maupun teknis. Perpustakaan Balitbang Diklat menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Disamping itu, disampaikan pula beberapa project terdekat yang dapat digarap bersama.

Pada akhir pertemuan yang juga dihadiri H. Syamsuardi Rusli, M.Hum, wakil ketua yang membidangi perwakafan LPBKI MUI ini, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Ahmad Ali MD, Wakil Sekretaris LPBKI MUI, agar segala yang menjadi harapan dapat dikabulkan, khususnya Perpustakaan Balitbang Diklat yang sedang ada hajat untuk mendapatkan ortaker baru sebagai Pusat Perpustakaan Kementerian Agama.

[Sumber: www.balitbangdiklat.kemenag.go.id, 16 Juni 2021]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0